Pertemuan Daring dengan KLHK

Pada tanggal 4 Maret 2022, Gemar Rapi mendapat undangan khusus dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia. Dalam pertemuan ini, fokus utamanya adalah sosialisasi peraturan menteri LHK No. 75 tahun 2019. Selain itu, KLHK jugan ingin berkenalan dengan para praktisi minim sampah, sejenis silaturahim secara pribadi. Tentu juga adanya sharing kondisi persampahan Indonesia terkini dan diskusi seputar penerapan permen. KLHK ingin mendapat masukan dari para praktisi.

Perlu diketahui, metode berbenahnya Indonesia alias Gemar Rapi ini memiliki karakteristik ramah alam pada konsep holistiknya. Sehingga itulah alasan mengapa Gemar Rapi ada pada undangan khusus tersebut. Berikut ini, nama-nama tamu undangan yang mendapat kiriman surat dari KLHK.

  1. Sdri. Andhini Miranda, Founder Suara Sampah
  2. Sdri. DK. Wardhani, Founder belajarzerowaste.id
  3. Sdri. Uke R Kosasih, Founder Kabin Kebun
  4. Sdri. Tiza Mafira, Ocean Hero 2018, Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia
  5. Sdri. Siska Nirmala, Founder Zero Waste Adventure
  6. Sdri. Maurilla Imron, Founder Zero Waste Indonesia
  7. Sdri. Swietenia Puspa Lestari, Founder & Executive Director of @diverscleanaction
  8. Sdri. Bukhi Prima Putri, Founder Ranah Bhumi
  9. Sdri. Dewi Indriyani, Founder Seratus Waste
  10. Sdri. Canny Vernon, Co Founder Zero Waste Bogor
  11. Sdri. Wilma Chrysanti, Co Founder Kota Tanpa Sampah
  12. Sdri. Tini Martini, Awardee Ecovillage Award
  13. Sdr. Aang Hudaya, Co-founder @gemarrapi
  14. Sdri. Denia Isetianti, Founder of @cleanomic
  15. Sdri. Dwi Sasetyaningtyas, CEO of @sustaination Sustainable Living
  16. Kasubdit Ekonomi Sirkular
  17. Koordinator Pokja Direktorat Pengurangan Sampah
  18. Staf Direktorat Pengurangan Sampah

Se-spesial itu kan, hanya beberapa yang dimention langsung oleh KLHK. Padahal seharusnya yang diundang lebih banyak lebih baik, sosialisasi menjadi lebih optimal.

Sekitar 30 peserta included dengan KLHK hadir pada forum tersebut, 9 Maret 2022. Mari kita bahas satu per satu.

Kondisi Persampahan Indonesia

KLHK menyadari bahwa kondisi sampah di Indonesia sudah parah. Ya, kita sama-sama tahu bahwa selama lebih dari setengah abad Indonesia berdiri ini sampah hanya ditumpuk pada satu lokasi yang tidak diolah dan diapa-apakan. Tentu lahan yang ada, landfill, semakin minim dan perlu dipikirkan. Maka, muncullah permen dari LHK.

Peraturan Menteri LHK Nomor P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen

Perlu diketahui, kita saat ini sedang menghadapi tantangan global sampah kemasan, berikut ini data dari KLHK.

Lebih khusus lagi, tantangan kemasan plastik.

Masih sangat sedikit masyarakat Indonesia yang peduli akan pemilahan sampah. dan mirisnya, sebaran sampah plastik di sungai per tahun diperkirakan lebih dari 100 ton. Itu hanya di pulau Jawa yang terdeteksi, belum yang lain.

Dan perlu kita pahami, industri daur ulang juga tidak mudah (dalam mengeluarkan energi serta menanggulangi beberapa jenis plastik lainnya).

Tidak semua kemasan terserap industri daur ulang karena :

• Secara teknis tidak dapat didaur ulang
• Secara teknis dapat didaur ulang tapi tidak secara ekonomis
• Secara teknis dan ekonomis dapat didaur ulang tapi tidak terpilah dan terkumpul (collection rate rendah)
• Infrastruktur daur ulang masih terbatas (recycling rate rendah)
• Mengandung substansi berbahaya seperti phthalates, chlorine,dan styrene

Bisnis model kemasan guna ulang banyak ditinggalkan, PADAHAL justru ini model bisnis masa depan

• Penjualan tanpa kemasan (bulk store)
• Penjualan isi ulang (Siklus Refill)
• Wadah makanan guna ulang (Alas.id)

Urutan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dibahas seperti ini.

Jadi, kuncinya ada pada pembatasan timbulan sampah, dengan menghindari potensi timbulan dan pengurangan jumlahnya. kalau dalam konsep 8R/8i -nya Gemar Rapi disebut refuse & reduce .

Berikut ini target pengelolaan sampah oleh KLHK.

Kerangka Filosofi dan Hukum PERMEN KLHK P.75/2019

Kerangka implementasinya :

  • Produsen pelaku usaha yang memproduksi barang yang menggunakan kemasan, mendistribusikan barang yang menggunakan
    kemasan dan berasal dari impor, atau menjual barang dengan menggunakan wadah yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam (PP 81tahun 2012, Pasal 1 angka 5).
  • Merujuk ketentuan Permen LHK No. P.75/2019 Pasal 3 Ayat (1) Produsen meliputi pelaku usaha/kegiatan di bidang manufaktur, importir, ritel, dan jasa makanan/minuman & Produsen berkewajiban untuk melaksanakan pengurangan sampah dengan cara 3R (R1 pembatasan timbulan sampah, R2 pendauran ulang sampah, R3 pemanfaatan kembali sampah) melalui pelaksanaan peta jalan pengurangan sampah periode 2020-2029.
  • Cara 3R yang dimaksud di atas, diatur dalam ketentuan Pasal 6 dan Pasal 7 Permen LHK No. P.75/2019 seperti terlihat dalam bagan.

Jika dibuat bagan :

Pengaturan Produk dan Kemasan

Kabar baiknya, perubahan ke arah lebih baik sudah mulai tampak di masyarakat.

Kebijakan pembatasan kemasan sekali pakai di beberapa daerah pun mulai signifikan naik.

Nah, itu dia sosialisasi singkatnya. Adapun untuk diskusi serta rekomendasi, tidak kami tampilkan dan tuliskan di sini ya Gemarian. Karena keputusan dan pelaksanaannya nanti akan diatur oleh KLHK (internal discussions).

Jika Gemarian memang sayang sama negeri ini, yuk, kita dukung program baiknya pemerintah. Dalam hal ini khususnya dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan dan tata kelola sampah di Indonesia.

Bagi kalian yang ingin mendapat slide presentasi penuh, silahkan DM Minara ya ^^ di Instagram @gemarrapi.

Salam,

Menata Diri, Menata Negeri.