Mengelola Sampah Organik Part 2

Rot/Compost

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh mikroorganisme dan makroorganisme dalam lingkungan yang hangat dan lembab secara aerob ataupun anaerob

Proses pembuatan kompos disebut pengomposan.

Jenis-jenis kompos diantaranya : Vermicompost (menggunakan makroorganisme sebagai pengurai spt cacing), pupuk bokashi (sekam/jerami), pupuk aerob, pupuk bagase (ampas tebu), pupuk organik cair.

Ada beberapa cara membuat kompos untuk skala rumah tangga (video refensi terlampir). Wadah yang digunakan pun bisa menggunakan aneka wadah. Bisa gerabah, plastik, karung, kardus dialasi karpet dll. Sesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa wadah yang sturdy bisa dibuat bersusun ke atas (lihat video referensi). Cara membuat kompos kering secara umum dan sederhana adalah sebagai berikut :

1. Sediakan wadah lalu lubangi wadah dan beri dudukan seperti di atas batu bata.

2. Pilah sampah. Pastikan hanya sampah organik yang masuk komposter 👌🏻. Cacah bila perlu (semakin kecil akan semakin mempercepat proses pengomposan). 3. Masukkan starter/kompos lama yang sudah jadi (untuk mempercepat proses penguraian karena sudah terbentuk ekosistem mikroorganisme di dalamnya) lalu masukkan sampah dapur. Aduk. Bisa ditambahkan dengan starter mikroorganime (opsional). Lalu tutup dengan karung/plastik.

4. Pada saat proses penguraian akan ada kenaikan suhu. Hal ini dikarenakan adanya pelepasan energi dalam bentuk panas. Namun, apabila panas melebihi 65 derajat celcius, maka akan menyebabkan banyak mikroorganisme tidak tahan panas yabg mati. Oleh karenanya perlu diaduk/dibalik rutin beberapa hari sekali untuk menurunkan suhu. Biasanya setiap 7 hari sekali.

5. Cek kelembapan dengan cara digenggam lalu peras. Bila kering dan tidak berair, siram lalu aduk. Bila berair (basah) berarti tidak perlu disiram cukup diaduk untuk meratakan kelembapan.

6. Bila kompos sudah jadi atau matang, kemudian bisa diayak untuk memperoleh butiran yang homogen dan halus. Bagian yang masih kasar/besar bisa dimasukkan lagi ke dalam komposter. Kompos siap digunakan.

Ciri-ciri kompos yang baik :

1. Baunya sama dengan tanah tidak bau busuk.

2. Warna coklat kehitaman, berbentuk butiran gembur seperti tanah.

3. Jika dimasukkan ke dalam air seluruhnya tenggelam dan air tetap jernih tidak berubah warna.

4. Suhu kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.

5. Tidak memicu tumbuhnya gulma

Cara pembuatan kompos sangat beragam karena banyak faktor yang berpengaruh. Seperti biasa, do research ☝🏻. Lalu sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Ada juga dijual komposter siap guna lengkap beserta kit yang dibutuhkan.

Buat teman-teman yang sudah membuat kompos sendiri di rumah bisa share pengalaman dan tipsnya 😃🙏🏻

Salam

-Gemar Rapi-

#PlasticFreeJulywithGemarRapi

#PlasticFreeJuly2019

#PlasticFreeJulyIndonesia

#PlasticFreeJuly

#GemarRapi

One Reply to “Mengelola Sampah Organik Part 2”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *