Limbah Minyak Jelantah

Limbah minyak goreng atau yang kita kenal dengan istilah minyak jelantah adalah minyak yang diperoleh dari sisa proses penggorengan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)  konsumsi minyak goreng mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan konsumsi minyak goreng pada akhirnya akan berdampak terhadap semakin meningkatnya limbah minyak goreng/minyak jelantah yg dihasilkan.

Pengelolaan limbah minyak goreng yang tidak benar dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Minyak jelantah apabila digunakan terus menerus secara berulang akan memberikan dampak bagi kesehatan dan berdasarkan hasil penelitian sebagai pemicu penyakit kanker.

Masalah besar lain yang dihadapi jika limbah minyak goreng dibuang secara sembarangan ke lingkungan dapat menyebabkan pencemaran bagi lingkungan.

Limbah minyak goreng/jelantah yg dibuang ke perairan dapat menyebabkan rusaknya ekosistem perairan karena meningkatnya kadar Chemical Oxygen Demind (COD) serta Biological Oxygen Demind (BOD) yang disebabkan tertutupnya permukaan air dengan lapisan minyak sehingga sinar matahari tidak dapat masuk ke perairan, akibatnya biota-biota perairan mengalami kematian yang akhirnya akan mengganggu ekosistem perairan tersebut.

Mengingat dampak buruk jika limbah minyak goreng/minyak jelantah tidak dikelola dengan baik maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Kebijakan Peraturan Gubernur (Pergub) No 167 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Limbah Minyak Goreng. Dalam Pergub ini mewajibkan setiap kegiatan usaha kategori penghasil limbah minyak goreng untuk melakukan pengelolaan limbah minyak goreng secara baik dan benar sesuai ketentuan yg diatur dalam Pergub tersebut.

Kategori badan usaha penghasil limbah minyak goreng sesuai amanat Pergub tersebut, meliputi kegiatan:

1. Usaha Restoran

2. Usaha Perhotelan

3. Usaha Industri Makanan 4. Usaha Pengguna Minyak Goreng Lainnya

Selain dari kegiatan usaha, aktifitas rumah tangga juga sangat berpotensi menghasilkan limbah minyak goreng/jelantah.
Berdasarkan pengamatan lapangan hampir seluruh limbah minyak goreng/jelantah yang berasal dari aktifitas rumah tangga dibuang secara langsung ke media lingkungan.
Untuk itu diperlukan kesadaran dari warga Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *