Limbah Elektronik

Limbah elektronik atau e-waste adalah perangkat listrik atau elektronik yang dibuang.  Elektronik bekas yang rencananya dikumpulkan untuk perbaikan, digunakan kembali, dijual kembali, didaur ulang melalui pemulihan material, atau pembuangan juga dianggap sebagai limbah elektronik. 

Pemrosesan limbah elektronik yang tidak resmi di negara-negara berkembang dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan.

Komponen elektronik, seperti CPU, mengandung bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan seperti timbal, kadmium, berilium, atau brominasi. 

Proses daur ulang dan pembuangan limbah elektronik dapat melibatkan risiko signifikan terhadap kesehatan pekerja. Masyarakat sekitar fasilitas daur ulang elektronik di negara maju juga harus sangat berhati-hati untuk menghindari paparan yang tidak aman dalam operasi daur ulang dan bocornya bahan-bahan seperti logam berat dari tempat pembuangan sampah dan abu insinerator.

Di Indonesia, beberapa pemerintah daerah sudah mulai memberi perhatian dan solusi terhadap masalah limbah elektronik ini. Misalnya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sudah menyediakan beberapa titik pengumpulan e-waste dan menyediakan fasilitas penjemputan e-waste.

Untuk program pengumpulan limbah elektronik, sampah-sampah tersebut dihimpun di setiap wilayah kecamatan dan dikirim ke gudang Dinas Lingkungan Hidup Jakarta di Pulomas setiap pekan. Pengumpulan limbah elektronik juga dikumpulkan di sekolah-sekolah Adiwiyata Mandiri sebelum ditransfer ke kecamatan.

Sementara dalam program penjemputan limbah elektronik, warga Jakarta bisa meminta petugas Dinas Lingkungan hidup untuk datang ke rumah mereka dan mengangkut sampah elektronik. Layanan ini gratis tanpa dipungut biaya. Syaratnya, limbah elektronik yang diangkut memiliki berat minimal 5 Kilogram. Untuk pendaftaran penjemputannya secara online melalui website https://lingkunganhidup.jakarta.go.id/.

Seorang remaja bernama Rafa Jafar yang peduli pada e-waste menginisiasi gerakan untuk mengumpulkan e-waste yang dapat dicari dengan tagar #EWasteRJDropzone.

Selain itu, ada beberapa komunitas peduli lingkungan yang juga turut berkontribusi menjadi bagian solusi dari pengelolaan limbah elektronik.

Apa yang kita bisa lakukan untuk menghindari ancaman e-waste?

Berikut cara-caranya dari Komunitas Green Lifestyle;

1) Mengurangi pembelian alat elektronik yang tidak menjadi prioritas.

2) Beli produk yang dapat di-upgrade dengan mudah.

3) Pilih baterai yang bisa diisi ulang (rechargeable). Walaupun sedikit lebih mahal, tapi bisa dipakai ulang.

4) Olah e-waste secara ramah lingkungan.

5) Bagi yang bekerja di pabrik yang memproduksi e-waste berskala besar, bisa kunjungi perusahan WMI untuk melakukan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

6) Hubungi perusahaan yang memproduksi e-waste dan tanyakan apakah limbah tersebut diproses? Di mana? Bagaimana caranya? Kalau perusahaan tersebut sadar bahwa ada yang peduli dengan sampah mereka, ada kemungkinan mereka akan mulai peduli juga.

#PlasticFreeJulywithGemarRapi

#PlasticFreeJuly2019

#PlasticFreeJulyIndonesia

#PlasticFreeJuly

#GemarRapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *