Alternatif Tempat Menyimpan Makanan Selain Plastik

Plastik bermacam-macan jenisnya. Salah satu cara mengetahui tingkat keamanan plastik adalah dengan mengecek kode recycling-nya (no 1-7). Untuk referensi dapat melihat gambar lampiran.

Biasanya, salah satu yang paling sering diperingatkan adalah ada tidaknya kandungan BPA. Walaupun hingga saat ini berbagai institusi pemerintahan, institusi kesehatan dan lembaga penelitian di dunia masih terus berbeda pendapat apakah BPA aman untuk manusia dan berapa standar keamanannya.

Selain itu, perbedaan pendapat juga masih terus bergulir terkait apakah BPA-free saja sudah cukup aman?

Plastik diketahui dapat leaching atau meluruhkan kandungan kimia sehingga dapat mengontaminasi makanan dan minuman yang ditampungnya. Jadi setiap kali kita menggunakan plastik dan mentransfer makanan dari plastik, akan selalu ada zat kimia yang terbawa walau sedikit. Hingga saat ini masih diperdebatkan dan terus diteliti apakah jumlah yang sedikit itu dapat memberikan efek yang berbahaya. Walaupun secara ilmiah hal ini masih diperdebatkan, namun, better safe than sorry kan? 😉

Beberapa tips menggunakan wadah plastik untuk makanan :

1. Cek label. Plastik yang dianggap aman (considerably safe) adalah dengan nomor 2, 4 dan 5. Nomor 1 terjadi perbedaan pendapat ada yang menyatakan cukup aman ada yang tidak. Dan beberapa menyatakan plastik dengan kode 1 sebaiknya tidak dipakai berkali-kali.

2. Tidak memanaskan makanan menggunakan plastik.

3. Hindari menyimpan makanan berminyak apalagi dalam keadaan panas karena akan meningkatkan risiko leaching.

4. Jangan gunakan plastik yang sudah tergores/mengelupas/tampak kusam.

5. Sebaiknya meminimalisir penggunaan plastik untuk makanan bayi dan anak-anak.

#PlasticFreeJulywithGemarRapi

#PlasticFreeJuly2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *